RECENT COMMENTS

Artikel UmumMay 31, 2006 3:28 am

Segitiga Kehidupan saat gempa
Dari Artikel Doug Copp mengenai “Segitiga Kehidupan” Diedit untuk briefing Komite Keselamatan MAA

Saya Doug Copp, Kepala Penyelamat dan Manajer Bencana dari American Rescue Team International (ARTI), tim penyelamat paling berpengalaman di dunia. Informasi dalam artikel ini dapat menyelamatkan nyawa anda dari gempa bumi.

Saya telah merangkak di bawah 875 reruntuhan bangunan, bekerja sama dengan tim penyelamat dari 60 negara, dan mendirikan tim penyelamat di beberapa negara serta salah satu dari ahli PBB untuk Mitigasi Bencana selama 2 tahun. Saya telah bekerja di seluruh bencana besar di dunia sejak
tahun 1985.

Pada tahun 1996 kami membuat film yang membuktikan keakuratan metode bertahan hidup yang saya buat. Kami meruntuhkan sebuah sekolah dan rumah dengan 20 boneka didalamnya. 10 boneka “menunduk dan berlindung” dan 10 lainnya menggunakan metode bertahan hidup “segitiga kehidupan”. Setelah simulasi gempa, kami merangkak ke dalam puing-puing dan masuk ke dalam bangunan untuk membuat dukumentasi film mengenai hasilnya. Film itu
menunjukkan bahwa mereka yang menunduk dan berlindung tidak dapat bertahan hidup dan mereka yang menggunakan metode saya “segitiga kehidupan” bertahan hidup 100%.

Film ini telah dilihat oleh jutaan orang melalui televisi di Turki dan sebagian Eropa, dan disaksikan pada program televisi di USA , Canada dan Amerika Latin.

Bangunan pertama yang saya masuki adalah sebuah sekolah di Mexico City pada gempa bumi tahun 1985. Semua anak berlindung di bawah meja masing-masing. Semua anak remuk sampai ke tulang mereka. Mereka mungkin dapat selamat jika berbaring di samping meja masing-masing di lorong.

Pada saat itu, murid-murid diajarkan untuk berlindung di bawah sesuatu. Secara sederhana, saat bangunan runtuh, langit-langit akan runtuh menimpa benda atau furnitur sehingga menghancurkan benda-benda ini, menyisakan ruangan kosong di sebelahnya. Ruangan kosong ini lah yang saya sebut ” segitiga kehidupan”. Semakin besar bendanya, maka semakin kuat benda tersebut dan semakin kecil kemungkinannya untuk remuk. Semakin sedikit remuk, semakin besar ruang kosongnya, semakin besar kemungkinan untuk orang yang menggunakannya untuk selamat dari luka-luka.

Suat saat anda melihat bangunan runtuh di televisi, hitunglah “segitiga kehidupan” yang anda temui. Segitiga ini ada di mana-mana dan merupakan bentuk yang umum.

Sepuluh Tip dalam Keselamatan Gempa Bumi

1. Hampir semua orang yang hanya “menunduk dan berlindung” pada saat bangunan runtuh meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.

2. Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus anda lakukan pada saat gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Anda dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.

3. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi
dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.

4. Jika anda berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, berguling lah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.

5. Jika terjadi gempa dan anda tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.

6. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal. Mengapa? Jika anda berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang anda akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, anda akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, anda tidak akan selamat!

7. Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga memiliki “momen frekuensi” yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan jika bangunan tidak runtuh, jauhi lah tangga. Tangga akan menjadi bagian
bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.

8. Berdiri lah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh anda dari bagian luar bangunan akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri anda
tertutup.

9. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan; ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka dan meninggal. Mereka mungkin dapat selamat dengan keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka. Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.

10. Saya menemukan, pada saat saya merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat. Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.

LoveMay 19, 2006 4:21 am

sumber = tidak di ketahui

Usia ayah telah mencapai 70 tahun, namun tubuhnya masih kuat. Dia mampu
mengendarai sepeda ke pasar yang jauhnya lebih kurang 2 kilometer untuk
belanja keperluan sehari-hari. Sejak meninggalnya ibu pada 6 tahun lalu,
ayah sendirian di kampung. Oleh karena itu kami kakak-beradik 5 orang
bergiliran menjenguknya.

Kami semua sudah berkeluarga dan tinggal jauh dari kampung halaman di
Teluk Intan. Sebagai anak sulung, saya memiliki tanggung jawab yang
lebih besar. Setiap kali saya menjenguknya, setiap kali itulah istri
saya mengajaknya tinggal bersama kami di Kuala Lumpur.

“Nggak usah. lain kali saja.!”jawab ayah. Jawaban itu yang selalu
diberikan kepada kami saat mengajaknya pindah. Kadang-kadang ayah
mengalah dan mau menginap bersama kami, namun 2 hari kemudian dia minta
diantar balik. Ada-ada saja alasannya.

Suatu hari Januari lalu, ayah mau ikut saya ke Kuala Lumpur. Kebetulan
sekolah masih libur, maka anak-anak saya sering bermain dan
bersenda-gurau dengan kakek mereka. Memasuki hari ketiga, ia mulai minta
pulang. Seperti biasa, ada-ada saja alasan yang diberikannya. “Saya
sibuk, ayah.
tak boleh ambil cuti. Tunggulah sebentar lagi. akhir minggu ini saya
akan antar ayah,” balas saya. Anak-anak saya ikut membujuk kakek mereka.
“Biarlah ayah pulang sendiri jika kamu sibuk. Tolong belikan tiket bus
saja

yah.” katanya yang membuat saya bertambah kesal. Memang ayah pernah
berkali-kali pulang naik bus sendirian.

“Nggak usah saja yah.” bujuk saya saat makan malam. Ayah diam dan lalu
masuk ke kamar bersama cucu-cucunya. Esok paginya saat saya hendak
berangkat ke kantor, ayah sekali lagi minta saya untuk membelikannya
tiket bus. “Ayah ini benar-benar nggak mau mengerti yah. saya sedang
sibuk, sibuuukkkk!!!” balas saya terus keluar menghidupkan mobil.

Saya tinggalkan ayah terdiam di muka pintu. Sedih hati saya melihat
mukanya. Di dalam mobil, istri saya lalu berkata, “Mengapa bersikap
kasar kepada ayah? Bicaralah baik-baik! Kasihan khan dia.!” Saya terus
membisu.

Sebelum istri saya turun setibanya di kantor, dia berpesan agar saya
penuhi permintaan ayah. “Jangan lupa, Pa.. belikan tiket buat ayah,”
katanya singkat. Di kantor saya termenung cukup lama. Lalu saya meminta
ijin untuk keluar kantor membeli tiket bus buat ayah.

Pk. 11.00 pagi saya tiba di rumah dan minta ayah untuk bersiap. “Bus
berangkat pk. 14.00,” kata saya singkat. Saya memang saat itu bersikap
agak kasar karena didorong rasa marah akibat sikap keras kepala ayah.
Ayah tanpa banyak bicara lalu segera berbenah. Dia masukkan baju-bajunya
kedalam tas dan kami berangkat. Selama dalam perjalanan, kami tak
berbicara sepatah kata pun.

Saat itu ayah tahu bahwa saya sedang marah. Ia pun enggan menyapa
saya.!Setibanya di stasiun, saya lalu mengantarnya ke bus. Setelah itu
saya Pamit dan terus turun dari bus. Ayah tidak mau melihat saya,
matanya memandang keluar jendela. Setelah bus berangkat, saya lalu
kembali ke mobil. Saat melewati halaman stasiun, saya melihat tumpukan
kue pisang di atas meja dagangan dekat stasiun. Langkah saya lalu
terhenti dan teringat ayah yang sangat menyukai kue itu. Setiap kali ia
pulang ke kampung, ia selalu minta dibelikan kue itu. Tapi hari itu ayah
tidak minta apa pun.

Saya lalu segera pulang. Tiba di rumah, perasaan menjadi tak menentu.
Ingat pekerjaan di kantor, ingat ayah yang sedang dalam perjalanan,
ingat Istri yang berada di kantornya. Malam itu sekali lagi saya
mempertahankan ego saya saat istri meminta saya menelpon ayah di kampung
seperti yang biasa saya lakukan setiap kali ayah pulang dengan bus.
Malam berikutnya, istri bertanya lagi apakah ayah sudah saya hubungi.
“Nggak
mungkin belum tiba,” jawab saya sambil meninggikan suara.

Dini hari itu, saya menerima telepon dari rumah sakit Teluk Intan.
“Ayah sudah tiada.” kata sepupu saya disana. “Beliau meninggal 5 menit
yang lalu setelah mengalami sesak nafas saat Maghrib tadi.” Ia lalu
meminta saya agar segera pulang. Saya lalu jatuh terduduk di lantai
dengan gagang telepon masih di tangan. Istri lalu segera datang dan
bertanya, “Ada

apa, bang?” Saya hanya menggeleng-geleng dan setelah agak lama baru bisa
berkata, “Ayah sudah tiada!!”

Setibanya di kampung, saya tak henti-hentinya menangis. Barulah saat Itu
saya sadar betapa berharganya seorang ayah dalam hidup ini. Kue pisang,
kata-kata saya kepada ayah, sikapnya sewaktu di rumah, kata-kata istri
mengenai ayah silih berganti menyerbu pikiran.

Hanya Tuhan yang tahu betapa luluhnya hati saya jika teringat hal itu.
Saya sangat merasa kehilangan ayah yang pernah menjadi tempat saya
mencurahkan perasaan, seorang teman yang sangat pengertian dan ayah
yangsangat mengerti akan anak-anaknya. Mengapa saya tidak dapat
merasakan perasaanseorang tua yang merindukan belaian kasih sayang
anak-anaknya sebelum meninggalkannya buat selama-lamanya.

Sekarang 5 tahun telah berlalu. Setiap kali pulang ke kampung, hati saya
bagai terobek-robek saat memandang nisan di atas pusara ayah. Saya tidak
dapat menahan air mata jika teringat semua peristiwa pada saat-saat
akhir saya bersamanya. Saya merasa sangat bersalah dan tidak dapat
memaafkan diri ini.

Benar kata orang, kalau hendak berbakti sebaiknya sewaktu ayah dan ibu
masih hidup. Jika sudah tiada, menangis airmata sekalipun tidak berarti
lagi.

Kepada pembaca yang masih memiliki orangtua, jagalah perasaan mereka.
Kasihilah mereka sebagaimana mereka merawat kita sewaktu kecil dulu.

PersonalMay 15, 2006 6:20 am

Minggu kemarin memang minggu yang mengasikan, menyenangkan dan melelahkan
Mengapa saya bisa menulis hal2 seperti itu.
Begini awal kisahnya

Salah satu teman kampus yang bernama Robo mengundang saya untuk datang ke rumahnya untuk menghadiri slametan ke-25 thn pernikahan orang tuanya. Dan gitu ngundangnya dadakan serta pake ngancem lagi ( awas loe dik, yang ngundang nih emak gw, klo loe sampe ngak dateng jangan pernah main ke sini lagi…Gubrakkkk). Udah gitu undangannya jam 2 an lagi. Pada hal di hari dan jam yang sama, Si Vera ( alumni seketaris Budi Luhur) pun mengundang ke rumahnya untuk silaturahim dengan kawan2nya. Dan untuk ke tempat Vera, saya sudah mengiyakan akan datang pada acara tersebut.

Karena janji adalah hutang maka saya berusaha menepatinya. Jam 11 san siang, saya meluncur dengan menggunakan Kharisboy ke Rumah Rudi di daerah Muncul Serpong. Memang saya sengaja ke Rumah Rudi ( rudak Dikit) karena kebetulan Rumah Vera dan Rudi tidak terlalu jauh. Dan lagi memang saya ingin bermain game atau nonton dvd di komputer barunya. Sampai di rumah Rudi Sekitar jam 12 san. Wah tuh anak belum mandi duhhh. Sambil nunggu mandi rencana sih mau nonton atau main game tapi …Monitornya komputernya lagi rusak. tapi untunglah laptop ngak ikut2 tan rusak jadi sambil nunggu dia mandi nyetel winamp.

Setelah semuanya beres kami, cabut ke rumah Vera sekitar jam 1 an siang. Sekitar 10 menitan sampailah di rumah Vera. Tapi kok sepi yaaa…ternyata acaranya tidak jadi dengan alasan yang tidak jelas. Tapi tidak mengapalah yang penting saya sudah menepati janji untuk hadir di acara tersebut waloupun tidak jadi. Ngobrol ngarol ngindul tentang banyak hal ternyata begitu mengasikan tapi di karena kami ada acara ke rumh Robo, maka jam 3 an kami pamit pulang dan meluncur ke rumah robo (sebelumya robo sms..acara di undur jam 3an siang).

Sampe di rumah robo ternyata dah banyak kawan2 da Arika, Ni Nengah, Irwan, Wishnu, Acas, Didi + Aang. Gileee gua gak sangka bakal serame ini….gak lama si Siti juga dateng. Dah gitu banyak makanan lagi. Dah gitu ada yang ngomporin untuk nonton 21 di Bintaro Plaza lagi. Dan kami semuanya pun oke untuk Nonton bareng Sekitar jam 5:30 sore kami pun meluncur ke Bintaro Plaza. Tiba di sana waktu magrib. Kami pun sholat terbih dahulu. Setelah melihat2 filem yang akan di putar, akhirnya kami menjatuhkan pilihan ke filem ” Mission Impossible 3. Dan di tayangkan jam 7:30 malam. woii …padahal besok kerja. Tapi kapan lagi sih bisa nonton bareng2 kaya gini lagi. Di dalam Bioskop kami duduk 10 orang satu baris, wah pokoknya rusuh deh tapi mengasikan.

Selesai Nonton sekitar jam 09:30, akhirnya kami semuanya pun menuju parkiran untuk mengambil kendaraan dan pulang. Tapi ketika ingi keluar dari area parkir, masalah timbul ..saya di tilang sama petugas jaga parkir. Karena Karcis Parkir hilang…duh ada2 saja, padahal si Arika dah merengek2 minta pulang..he..he..he…Akhirnya saya pun membayar Denda Rp 10 ribu. Dan mendapatkan surat tilang dari hilangnya Karcis itu. Memang Minggu kemarin memang minggu yang mengasikan, menyenangkan dan melelahkan.


Gambar 1 : Potongan Tiket 21 Bioskop Bintaro Plaza

Gambar 2 : Surat tilang Dari Petugas Parkir

Lain-LainMay 8, 2006 10:04 am

Seperti mahasiswa2 kebanyakan.Dahulu di awal proses masuk kuliah, di awal menikmati masa2 indahnya menuntut ilmu di kampus, di saat bahagianya mendapat teman2 terbaik sewaktu di awal kuliah, tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat. Dah setahun lebih masa2 itu telah berlalu, tapi kenangan2 indah itu akan selalu bersama di dalam diri saya.

Alhamdulilah minggu siang tanggal 07 Mei 2006 walaupun bukan reuni, tetapi ajang kumpul bersama kawan2 seperjuangan dapat terlaksana. Awalnya saya pesimis sekali, dengan planing acara kumpul yang dadakan dan undangan kumpulnya hanya berupa sms dari sahabat yang beranama Rudi( Rusak Dikit) dia mengirim Bunyi SMSnya =Dik, bsk anak2 pd mau kumpul kebo di rmh robo, dateng yaa, klo bisa kasih tau yg lain jg, kita ngomongin rencana yang tak kunjung t’realisasi. Jam 12an ya. Bunyi SMS nya saja meragukan..he..he..he..maap Rud, gw meragukan SMS loeh!!!

Minggu siang jam 12san lewat akhirnya saya meluncur ke posisi rmh robo. Dan prediksi saya sampe di rmh Robo Jam 1 an. Wah terlambat nih dalam hati saya. Sampai di depan rmh robo..loeh kok sepi sekali hanya si Hendri Kaki yang baru tiba, duh ngarettt euyyyy padahal saya dah ngaret yang lain lebih ngaret lagi. yang lebih parahnya si Rudi ( Rusak Dikit) yang mengundang belum datang..parah tuh anak. Akhirnya satu demi satu kawan2 pada hadir ..antara lain, Arika dengan Ojeknya, Si Edi dengan Rudi, Imank, Siti dan yang paling akhir si Aank dengan Di2 suaminya(terlambat karena liat2 rmh..mau beli katanya).

Di acara kumpul ini akhirnya ditetapkan tgl 24/25 June 2006 kita semua akan pergi berlibur ke Anyer dengan kawan2 yang ikut 20 orangan. (itu klo ngak ada halangan loeh)
Asikk naik Banana Boatsssssssssssssss