RECENT COMMENTS

PersonalJune 28, 2007 3:48 am

Kawan2 kantor termaksud saya sedang hobi2 nya atau gemar mengkoleksi batu permata. Untuk saat ini batu permata yang saya pake adalah kecubung.
Dan hasil googling dapat situs

Amethyst (Kecubung)

Amethyst (SiO2) yang dikenali sebagai kecubung merupakan batu quartz yang berwarna ungu. Amethyst berasal dari perkataan Greek; amethuskein, “to intoxicate” (penawar) dimana kepercayaan lama ada menunjukkan arak yang diminum di dalam gelas amethyst tidak akan menyebabkan peminum menjadi mabuk.

Amethyst merupakan batu mineral “supercomposite” yang terdiri daripada “lamella” seperti belang yang berselang diantara bahagian kanan dengan kiri quartz. Struktur ini dipercayai terjadi akibat daripada tekanan mekanikal. Hasilnya, amethyst mempunyai corak seakan-akan cap jari (berbelang-belang). Selain itu, corak di dalam batu amethyst juga dipercayai terjadi akibat daripada kehilangan air daripada mineral berkenaan hasil daripada tekanan dan haba dalam tempoh masa yang sangat lama. Amethyst mempunyai kekerasan 7 pada skala Mohs.

Amethyst dipercayai telah digunakan sejak zaman Mesir kuno sebagai bahan perhiasan yang antik. Amethyst merupakan mineral yang banyak ditemui. Walaubagaimanapun, amethyst yang berkualiti hanya boleh didapati di beberapa negara sahaja seperti Brazil, Uruguay, Siberia, Russia (daerah Mursinka yang terletak di Ekaterinburg), India (Sri Lanka) dan Zambia. Amethyst yang terdapat di pasaran pada masa kini biasanya telah diproses dengan rawatan haba bagi mendapatkan perubahan warna yang menarik.

Amethyst merupakan batu permata yang popular sebagai bahan perhiasan. Selain warna ungu, amethyst juga mempunyai beberapa warna yang menarik. Contohnya “Rose de France” yang bewarna merah jambu pucat (pale pinkish lavender). Amethyst yang paling berharga bewarna ungu kebiruan yang memancarkan cahaya bewarna merah yang dikenali sebagai “Siberian” (kerana hanya dijumpai di Siberia serta beberapa kawasan di Zambia dan Uruguay). Selain itu, terdapat amethyst yang bewarna ungu dengan warna oren seperti warna citrine yang dikenali sebagai ametrine yang banyak dijumpai di Bolivia dan Brazil.

Amethyst merupakan birthstone bagi bulan Februari. Batu permata ini menjadi simbol kemesraan, kedamaian, kebahagian, spiritual, dan kecerdasan minda. Selain itu, batu permata ini dipercayai boleh merawat imsonia, pening, dan masalah pendengaran.

Kalau saya pribadi, saya memakai batu kecubung sebagai penghias jari saja, selain warnanya unggu yang merupakan warna kesukaan saya selain warna putih. ( Next Batu Giok putih, kebetulan batu nya sudah saya punya dan tinggal membuatkan rumah batu nya saja)

Gambar 1. Beberapa Koleksi Batu Permata yang saya miliki

Gambar 2. Batu Permata Kecubung yang menghiar jari saya

Lain-LainJune 13, 2007 2:13 am

Sate Bumbu Kecap Khas Purwakarta

Sate berbumbu kecap memang ada di banyak tempat. Tapi yang ada di Purwakarta, pasti lain dari yang lain. Di antara sekian banyak makanan favorit masyarakat Indonesia, sate adalah salah satunya. Jika Anda pun termasuk penggemar sate rasanya kurang lengkap bila Anda belum mencicipi sate maranggi. Sate dengan cita rasa khas ini bisa dengan mudah Anda temui di kawasan Purwakarta dan sekitarnya Ada paduan rasa manis, asam, dan pedas yang menyentuh lidah kala menikmati sate berbumbu khas ini.

Paduan rasa yang menggoda selera ini muncul karena bumbu sate maranggi terbuat dari kecap, sambal cabai hijau ditambah sedikit cuka lahang (cuka yang terbuat dari tebu). Saat disajikan, bumbu kecap itu dilengkapi dengan irisan bawang merah dan tomat segar.

Saya pribadi baru pertama kali mencoba sate tersebut, dan terus terang baru pertama kali saya langsung merasa kenikmatan dan kelezatan sate maranggi tersebut. Kurang lebih 20 tusuk saya habiskan pada waktu itu, dan itu mungkin pertamanya dalam hidup saya menghabiskan sate hingga 20 tusuk banyaknya.

Pelayanan di sate disana pun menurut saya cukup terkoordinasi, jadi ada bagian2 yang menyiapkan penusukan sate, kemudian proses pembakaran satenya lalu ada juga bagian yang khusus menyiapkan minumannya. Jadi pelayanan nya klo saya nilai 9 lah. Poi8nt plus lagi, memesannya nya pun tidak pake acara lama, karena pesan 20 tusuk maka 2 menit kemudian sate tersebut sudah siap di santap.

Pada kesempatan itu saya dan kawan2 kantor menghabiskan kurang lebih 180 tusuk.
Dengan perincian pesan awal 60 tusuk, kemudian tambahnya 120 tusuk.
Gila kan pesan sama tambah banyakan tambahannya.

Gambar 1 : Plang Sate Maranggi Purwakarta


Gambar 2 : Enak Tenan Sate nya